Dakwah
merupakan mahkota kewajiban. Konsekuensi dakwah ( Jika cinta pada allah, harus
cinta juga pada rasullulah, maka rasulullah yang harus di tekuni)
Dijaman
kapitalisme ini, perlu adanya sosok pengemban dakwah yang dapat merubah pikiran
mereka ke dalam pikiran islam. Dengan mengubah pikiran secara kaffah. Jika
bukan kita yang merubah pikiran mereka siapa lagi? Karena jika kita tidak
berdakwah kita akan mendapat siksa azab karena tujuan dakwah ini menggapai
Ridho Allah.
Dulu rasulullah
menyeru pada kerabat dan orang lain untuk berdakwahsecara beriringan dari
keluarga , sahabat hingga orang lain. Metode dakwah rasulullah ini sesuai
al-qur’an, bahkan aktivitas yanga dilakukan rasulullah dengan merubah pikiran
tanpa adanya kekerasan. Sehingga yang harus kita tekuni dari rasulullah adalah
cara berdakwah.
Mengingatkan
saudara kita jika salah, mengingatkan sholat, mengingatkan cara berinteraksi
yang benar itu sudah termasuk dakwah,
tidak perlu takut untuk berdakwah, tidak perlu takut untuk ditolak, yang
terpenting kita sudah menyampaikan, jika mereka tidak mau menerima itu hak
mereka, bisa jadi mereka merupakan ladang pahala kita. Maka dakwah kan lah apa
yang telah dipahami dan di yakini. Semakin seseorang terikat pada dakwah, ia
akan semakin dapat menyatukan pikiran dan perasaan secara harmonis. InsyaAllah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar